jum'at 26 februari 2016;
Kunci Keberhasilan
Kunci Keberhasilan Yang Utama
Maukah Anda mengetahui sebuah kunci keberhasilan? Jika Anda sudah
memiliki kunci keberhasilan ini, maka Anda dijamin akan berhasil.
Kunci keberhasilan ini sebenarnya nampak sederhana, tetapi tidak
semua orang yang mampu memilikinya. Tentu saja, ada harga yang harus
Anda bayar untuk mendapatkan kunci keberhasilan ini. Anda mau
membayarnya?
Kunci keberhasilan itu adalah sabar.
Dan ketahuilah bahwa di dalam kesabaran terhadap hal yang engkau
benci terdapat banyak kebaikan. Bahwa pertolongan itu (datang) setelah
kesabaran, dan kelapangan itu (datang) setelah kesempitan serta bahwa
kemudahan itu (datang) setelah kesulitan.” (
HR Ahmad No 2666)
Cara Memiliki Kunci Keberhasilan
Saat berbicara tentang sabar, seringkali ada orang yang berkata: “Sabar itu tidak mudah!”
Siapa bilang mudah? Namun bukan berarti tidak bisa dilakukan. Kenapa
harus mengatakan itu, semua orang juga tahu. Daripada Anda mengatakan
“Sabar itu tidak mudah!” atau “Sabar Itu Sulit”, akan lebih baik jika
Anda mengatakan dengan lantang dan penuh keyakinan “Saya akan berusaha
sabar, Insya Allah saya bisa!”.
Ini jauh lebih baik daripada fokus akan sulitnya bersabar. Katakanlah
bahwa Anda berusaha untuk sabar, maka kesabaran akan menjadi milik
Anda, artinya kunci keberhasilan akan menjadi milik Anda. Tidak ada
manfaatnya jika Anda terus mengatakan kalau sabar itu sulit, tidak
mudah, tidak semudah membalikan telapak tangan, dan sebagainya. Justru
akan menjauhkan sabar dari diri Anda karena Anda memiliki “pembenaran”
untuk tidak sabar. Mengatakan kalimat-kalimat negatif itu akan
menjauhkan Anda dari kunci keberhasilan.
Berusahalah untuk sabar maka Anda akan mendapatkan kesabaran itu:
Dan barangsiapa yang berusaha untuk selalu sabar, maka Allah akan
memberinya kesabaran. Dan tidaklah seseorang diberi sesuatu yang lebih
baik dan lapang daripada kesabaran.” (
HR. Tirmidzi No. 1947)
Kunci Keberhasilan Ini Tidak Berguna?
Ada ibu-ibu yang selalu mengeluh karena serba kekurangan. Saat ada yang menasihati, bersabarlah, dia menjawab
“Saya sudah bersabar, kurang apa lagi? Meskipun bersabar, tetap saja susah.”
Jelas, dia kurang sabar. Mungkin si ibu ini tidak memahami apa itu
yang dikatakan sabar, sehingga dia merasa sudah sabar padahal belum.
Seolah tidak berfungsi atau tidak memberikan manfaat.
Jika Anda membuka pintu mobil dengan kunci motor, maka tidak akan
pernah berhasil. Yang Anda kira kunci mobil, padahal kunci motor. Jelas
saja, tidak akan pernah berhasil meski Anda berusaha membuka mobil
selama 1 tahun pun. Begitu juga, jika Anda berharap untuk berhasil
dengan sabar, padahal bukan sebuah kesabaran, maka Anda tidak akan
pernah berhasil.
Bentuk-Bentuk Kesabaran
Tidak Mengeluh
Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma’ruf berkata; telah
menceritakan kepada kami Ibnu Wahb berkata; telah mengabarkan kepadaku
‘Amru dari Sa’id bin Abu Sa’id Al Khudri dari Bapaknya, bahwasanya ia
mengeluh
kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang kebutuhannya,
maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda kepadanya: “
Bersabarlah
wahai Abu Sa’id, karena sesungguhnya kefakiran yang menimpa seseorang
yang mencintaku, adalah lebih cepat dari banjir di atas bukit atau di
atas gunung yang turun ke bawah.” (
HR Ahmad No 10952)
Tidak Lari
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “
Janganlah kalian berharap bertemu dengan musuh, maka jika kalian berjumpa dengan mereka hendaklah kalian bersabar.” (
HR Ahmad No 10356)
Hadits lain mengatakan:
“
Jangan sampai kalian bergabung dengan pasukan yang apabila bertemu musuh mereka lari, dan jika mendapat ghanimah mereka mencuri.” (
HR Ibnumajah No 2819)
Tetap Bertindak Untuk Kebaikan
“
Barangsiapa menanam suatu pohon lalu dia bersabar untuk
merawatnya sampai berbuah, maka segala sesuatu yang mengenai buahnya
akan menjadi sebuah sedekah di sisi Allah” (HR Ahmad No 15991)
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “
Orang yang mu`min
yang berbaur dengan orang dan bersabar atas gangguan mereka lebih besar
pahalanya dari yang tidak berbaur dengan orang dan tidak bersabar atas
gangguan mereka.” (HR Ahmad no 22019)
Hadits ini membantah bahwa sabar itu berarti selalu diam. Sabar bisa
dalam bentuk tetap bertindak, seperti merawat pohon dan tetap bergaul.
Diam atau menahan diri bisa menjadi salah satu bentuk sabar jika
memang diharuskan untuk diam atau menahan diri.Tentu saja, bentuk-bentuk
kesabaran itu sangat luas, bisa Anda temukan di Al Quran dan Hadits
yang tidak mungkin dibahas semuanya pada artikel yang pendek ini. Pada
intinya ialah keteguhan hati dalam kebenaran. Mudah-mudahan artikel ini
bisa menjadi pemicu bagi kita semua untuk berlajar tentang sabar lebih
jauh lagi, berusaha untuk sabar, dan akhirnya menjadi orang yang sabar.
Ini adalah kunci keberhasilan dunia akhirat.
Mari Kita Berdo’a, agar kita menjadi orang-orang yang bersabar
“ALLAHUL MUSTA’AAN ALLAHUMMA SHABRAN WA ‘ALALLAHIT TUKLAAN (Allah
Maha Menolong, Ya Allah berilah kesabaran padaku. Dan kepada Allahlah
diserahkan segala urusan)
Mudah-mudahan Allah mengabulkan do’a kita sehingga kita menjadi orang
yang sabar sebagai kunci keberhasilan di dunia dan di akhirat.
www.maesihikmah.blogspot.co.id